KLATEN, CHANEL7.ID – Di tengah maraknya layanan antar makanan online dan perubahan kebiasaan konsumen yang semakin memilih kenyamanan, muncul sebuah nama baru yang perlahan menarik perhatian warga Delanggu dan sekitarnya. Resto Ayam Bakar Sakhi, berlokasi di timur kantor PLN Delanggu, bersebelahan dengan pintu masuk SMK Pembangunan Delanggu, resto ini dikelola oleh pasangan suami istri, Henri dan istrinya, yang memutuskan meninggalkan rutinitas sebagai buruh pabrik untuk merintis usaha kuliner sendiri (07/12/2025).
Keputusan membuka resto bukanlah langkah spontan. Henri menceritakan perjalanan panjangnya merantau dan bekerja di berbagai pabrik, baik di luar Jawa Tengah maupun di Klaten. Hingga suatu ketika setelah melihat sebuah ruko yang disewakan, mereka memberanikan diri menyewa dan memulai usaha. Nama “Sakhi” sendiri diambil dari nama anak perempuan mereka, sebuah harapan agar usaha ini tidak hanya mencukupi kebutuhan keluarga, tetapi juga menjadi teladan kewirausahaan bagi generasi berikutnya.
Kunci awal keberhasilan Ayam Bakar Sakhi adalah pemanfaatan platform pengantaran makanan online. Dengan cuaca yang sering tak bersahabat dan kecenderungan masyarakat untuk memesan makanan dari rumah, kehadiran layanan antar menjadi berkah tersendiri. Henri mengakui bahwa platform online membantu menjangkau pelanggan lebih luas, dari pelanggan lokal Delanggu hingga daerah sekitar Klaten. Namun, popularitas itu tidak datang begitu saja. Mereka melewati proses panjang mempelajari preferensi konsumen, menyusun strategi menu, dan menyesuaikan konsep agar tetap kompetitif.
Strategi harga menjadi salah satu pilar yang diterapkan. Menu di Ayam Bakar Sakhi dibanderol mulai Rp 5.000 hingga Rp 25.000, sehingga banyak pelanggan menilai harganya ekonomis. Meski demikian, Henri menegaskan bahwa mereka tidak mengorbankan kualitas rasa. Filosofi yang dipegang adalah mengutamakan kualitas dan kuantitas pesanan daripada mengejar keuntungan berlebih. Dengan margin tipis namun volume pesanan stabil, mereka mampu bertahan dan berkembang. Dalam sehari, penjualan ayam bakar mencapai 10 hingga 20 kilogram dan hampir selalu habis. Ikan lele disediakan dalam stok terbatas karena fokus utama tetap pada ayam bakar yang paling diminati pelanggan.
- Advertisement -
Tantangan tentu ada. Henri mengakui pernah menerima komplain pelanggan terkait tanggung jawab driver online yang kurang teliti dalam membawa makanan, tapi kemudian yang kena komplain adalah resto, namun setelah dijelaskan akhirnya hal tersebut bisa dikondisikan. Henri juga sempat mengalami penurunan intensitas order menjelang akhir bulan, meskipun begitu dia tetap memaklumi dan bersyukur, karena mungkin tidak semua masyarakat setiap hari order online. Meski demikian, rata-rata pesanan online mencapai sekitar 25 order per hari dan bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat saat hujan. Lonjakan saat cuaca buruk menunjukkan bahwa konsumen semakin mengandalkan layanan antar, dan Ayam Bakar Sakhi berhasil memanfaatkan momen tersebut dengan menjaga konsistensi rasa dan pelayanan.
Sisi offline usaha ini masih dalam tahap pengembangan. Outlet yang relatif kecil membuat kapasitas makan di tempat belum sebanding dengan pesanan online. Henri dan istrinya menyadari hal ini dan sedang berencana memperluas ruang agar pengunjung yang ingin makan di tempat merasa lebih nyaman. Ekspansi fisik menjadi salah satu target jangka menengah, namun mereka tetap berhati-hati menimbang biaya dan permintaan pasar.
Saat dikonfirmasi jurnalis Chanel7.id terkait wacana fluktuasi harga bahan baku, terutama menjelang musim libur seperti Natal dan Tahun Baru, juga menjadi perhatian. Henri mengaku merasakan dampaknya, namun berusaha memaklumi karena banyak faktor penyebab kenaikan harga. Mereka telah menyiapkan strategi antisipatif, termasuk kemungkinan penyesuaian harga menu bila kenaikan bahan baku terjadi secara tajam. Sejauh ini, kenaikan masih dalam batas wajar sehingga belum berdampak signifikan pada harga jual di resto.
Kabar yang beredar di kalangan driver online menyebut Ayam Bakar Sakhi menempati posisi ketiga dalam intensitas penjualan order online di Delanggu dan sekitar. Henri menyambut kabar itu dengan rasa syukur dan berterima kasih kepada para driver yang membantu mengantarkan pesanan. Namun, ia menegaskan bahwa posisi tersebut bukan alasan untuk berpuas diri. Justru dengan meningkatnya intensitas order, tanggung jawab menjaga kualitas harus semakin diperketat. Evaluasi internal menjadi rutinitas agar standar rasa, kebersihan, dan ketepatan waktu tetap terjaga. Henri menekankan pelayanan dengan tulus, senyum, dan cinta sebagai bagian dari identitas resto.
Bagi warga yang penasaran, mencoba menu Ayam Bakar Sakhi kini semakin mudah melalui platform pengantaran makanan online. Henri meyakinkan bahwa ketersediaan driver bukan masalah karena banyak driver yang menantikan order di sekitar resto. Bagi yang ingin merasakan langsung suasana outlet, disarankan datang pada jam-jam tidak sibuk atau menunggu pengumuman bila mereka sudah memperluas tempat duduk.
- Advertisement -
Perjalanan Ayam Bakar Sakhi menunjukkan bagaimana kombinasi keberanian berwirausaha, pemahaman pasar, dan pemanfaatan teknologi dapat mengangkat usaha kecil menjadi pemain yang diperhitungkan. Dengan komitmen pada kualitas rasa, harga terjangkau, dan pelayanan konsisten, resto ini berpotensi terus tumbuh dan menginspirasi pelaku usaha lain di Klaten. Bagi Henri dan keluarganya, Sakhi bukan sekadar nama resto, ia adalah harapan, kerja keras, dan bukti bahwa langkah kecil yang berani bisa membuka jalan menuju kemandirian ekonomi.
- Advertisement -
®Pitut Saputra

