SUMEDANG, CHANEL7.ID – Apa itu study tour? Study tour adalah kegiatan yang dilakukan di luar sekolah untuk belajar dan mengetahui suatu proses secara langsung. Sekadar belajar dengan memberikan teori kepada para siswa saja terkadang tidak cukup. Setidaknya siswa membutuhkan proses belajar secara langsung dengan melihat suatu proses sembari mempraktekkannya.
Maka dari itu study tour menjadi salah satu kegiatan yang paling banyak diminati oleh para siswa di sekolah, karena disamping menyenangkan, kegiatan ini memberikan siswa kesempatan untuk dapat mengeksplorasi suatu tempat secara langsung, jadi sebetulnya tujuan utama dari study tour adalah untuk memperluas wawasan siswa dan menjadi media pembelajaran dalam suasana yang santai dan menyenangkan.
Lantas apa sih manfaat dari study tour?
Study tour membawa kemungkinan dan ekspektasi baru mengenai belajar, tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, study tour juga bertujuan membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan interpersonal. Kegiatan ini juga dapat merangsang rasa ingin tahu siswa, Saat siswa berada di tempat yang baru didatanginya, ada banyak hal menarik yang belum pernah dilihat sebelumnya.
Selain manfaat diatas, dapat juga Meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan pengalaman belajar yang lebih nyata, konkret, bermakna, banyaknya ide dan inspirasi yang didapatkan selama pelaksanaan study tour, ini dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi peserta didik serta meningkatkan kemandirian dan tanggung jawab peserta didik dengan memberikan kesempatan untuk mengatur, mengelola, atau menyelesaikan masalah yang muncul selama pelaksanaan study tour.
Namun ironisnya kegiatan tersebut, kerap kali memakan korban, karena terjadi kecelakaan lalulintas yang tak diharapkan (diluar dugaan), saat perjalanan pulang atau pemberangkatan.
Kecelakaan tersebut banyak korban luka luka bahkan hingga korban jiwa, yang akhirnya kegiatan study tour jadi bahan perbincangan, pro kontra pun bermunculan atas kegiatan tersebut, yang lalu jadi sorotan ketika ada yang melakukan kegiatan study tour, karena dikhawatirkan terjadi hal hal yang tidak diinginkan seperti yang sudah sudah.
Seperti halnya yang terjadi di Kabupaten Sumedang, awak media Wilayah Sumedang menyoroti kegiatan study tour yang sudah melaksanakan dan yang akan melaksanakan bagi sekolah yang ada di Kabupaten Sumedang.
Sangat terkesan riak, yang disoroti adalah terfokus pada biaya yang dibebankan terhadap orangtua siswa, yang terkesan besar keuntungan dan dengan biaya yang berbeda beda padahal masih satu Wilayah Sumedang, menurut pandangan para awak media bahwa dengan biaya yang berbeda beda patut dipertanyakan, diduga adanya indikasi panitia meraup keuntungan yang fantastis puluhan hingga ratusan juta rupiah. Waw. sangat menggiurkan bukan? Puluhan juta hingga ratusan juta lho siapa yang tidak tergiur dengan angka sebesar itu, hanya dengan satu kegiatan.
Seharusnya hal tersebut tidak terjadi, karena tujuan dari pada study tour sudah jelas penulis paparkan diatas tiada lain adalah untuk menambah wawasan siswa.
Menurut kaca mata Jurnalis Kepala Divisi Investigasi Chanel7.id berdasarkan penelusuran, khususnya study tour jenjang SMP Kelas 8 yang ada di kabupaten Sumedang, memang benar apa yang dikatakan para awak media, bahwa biaya study tour itu berbeda beda, namun berdasarkan keterangan dari beberapa kepala sekolah ,” kang jogjakarta itu banyak tempat yang dapat dikunjungi, wajar saja kalau berbeda beda, karena bisa saja dari sekian sekolah berbeda beda tujuannya, maka pasti akan berbeda kebutuhan biayanya.”
Menurut saya Jurnalis Kepala Divisi Investigasi Chanel7.id, itu merupakan alasan yang masuk akal, dan memang faktanya Jogjakarta banyak sekali tempat wisata dan industri yang layak dikunjungi untuk menambah wawasan siswa, seperti Lawang Sewu yang merupakan tempat bersejarah di Jogjakarta yang terkenal dengan bangunan bergaya kolonial Belanda yang megah, VW Adventure Pembuatan Gula Merah, Home Industry Madu, Home Industry Pengelolaan Jamur, Bukit Rhema/Gereja Ayam, Desa Wisata Pembuatan Batik Imogiri, Desa Wisata Hati Kudus Tuhan Yesus, Ganjuran Hati Kudus Tuhan Yesus, Taman Pintar, Candi Prambanan, Teras Malioboro, dan Hotel Grand Kangen dan lain sebagainya.
Maka dari itu, biayanya berbeda beda, karena kalau diliat dari tempat wisata dan industri yang ada di Jogjakarta sangat banyak yang bisa dikunjungi para siswa, tergantung minat mereka, yang pastinya ditentukan melalui panitia dengan cara memberikan gambaran tempat tempat apa saja yang akan dikunjungi melalui gadget. Faktanya siswa banyak yang tertarik, dengan antusias ingin tahu lebih jelas dan nyata tempat tempat yang dimaksud tersebut.
Maka sangatlah kurang bijak apabila dengan adanya kegiatan ini menjustifikasi hanya untuk meraup keuntungan pihak panitia semata, selain kegiatan tersebut untuk menambah wawasan siswa, dari sisi pembiayaan pun sekolah memberikan banyak kebijakan, artinya sekolah pun tidak semata mata mengharuskan ikut, Karena pihak sekolah tidak memaksa bagi yang tidak mau ikut, dengan alasan sudah pernah ketempat yang akan dituju, ataupun alasan lainnya, dan yang sangat membanggakan, pihak sekolah memberikan kebijakan pembiayaan bagi siswa yang kurang mampu yang mau ikut, terlebih kepada para awak media, ntah itu saudaranya, tetangganya ataupun anaknya cukup hanya kedipkan mata semua berjalan mulus..hehee
Jadi menurut hemat saya, alangkah baiknya pihak kita sebagai awak media, bisa lebih cermat dan spesifik dalam penelusuran berita, agar tidak menjadi berita yang ngambang dan tidak berimbang, begitupun bagi pihak sekolah yang melaksanakan kegiatan, tidak usah takut untuk transparan, justru kalau tidak transparan malah jadi sorotan para awak media terlebih jaman lagi krisis ekonomi seperti sekarang ini.
Mari kita berkolaborasi bagi lembaga sekolah dengan para awak media, untuk memberikan pencerahan kepada publik, karena tidak semua orang tahu dan tidak semua orang tidak tahu, kunci utamanya keterbukaan, agar tidak menimbulkan persepsi publik yang mendiskriminasi, karena tugas kami sosial kontrol, jadi tugasnya menulis apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar, selebihnya publik yang menilai apa yang kami tulis.
®Donny

