KLATEN, CHANEL7.ID
Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau, kembali mendapat perhatian serius di Kecamatan Klaten Selatan. Kegiatan Sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana yang digelar di Aula Kecamatan Klaten Selatan ini, menghadirkan berbagai unsur pemerintahan, aparat keamanan, dan relawan sebagai bagian dari strategi terpadu untuk menekan potensi kebakaran yang kian meningkat saat cuaca kering (09/10/2026).
Acara sosialisasi tersebut dipimpin dan menjadi narasumber oleh Kapten Inf Rudiyanto, Komandan Koramil 06/Kebonarum Kodim 0723/Klaten. Dalam paparan yang lugas dan mudah dipahami, Kapten Rudiyanto menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan kewaspadaan kolektif terhadap kondisi lingkungan yang rentan terbakar. Ia mengingatkan bahwa lahan yang mengering pada musim kemarau menjadi bahan bakar potensial bagi api, sehingga sumber api sekecil apapun dapat berkembang menjadi kebakaran besar bila tidak segera dikendalikan.
Poin utama yang disampaikan dalam upaya kesiapsiagaan bencana adalah bahwa pencegahan harus dimulai dari tingkat paling dasar, yakni kesadaran dan tindakan warga. Kapten Rudiyanto menguraikan langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan masyarakat, antara lain menghindari pembakaran sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok di area terbuka, serta melakukan pembersihan lahan secara berkala untuk mengurangi bahan mudah terbakar. Selain itu, ia menekankan pentingnya patroli lingkungan oleh kelompok warga dan koordinasi cepat dengan aparat setempat ketika ditemukan titik api atau asap.
“Pencegahan kebakaran harus menjadi perhatian bersama, terutama saat musim kemarau ketika kondisi lingkungan cenderung kering. Masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan, kewaspadaan, menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin,” ujar Kapten Inf Rudiyanto.
- Advertisement -
Kegiatan sosialisasi kesiapsiagaan bencana ini juga memetakan sejumlah lokasi yang dianggap rawan kebakaran di wilayah Kecamatan Klaten Selatan. Titik-titik yang mendapat perhatian khusus meliputi bekas TPS Jembatan Gajah Blorok di Desa Merbung, area sebelah kanan Kakung Sableng di Desa Tegalyoso, kawasan sebelah utara Polsubsektor di Desa Sumberejo, wilayah selatan New Merapi Resto di Kelurahan Gayamprit, serta sekitar Rumah Makan Lembayung di Desa Karanglo. Identifikasi lokasi rawan ini menjadi dasar bagi penempatan papan imbauan dan penguatan pengawasan di lapangan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Klaten Selatan Ir. Hj. Anna Fajria Hidayati, M.Si., Kepala Polsubsektor Klaten Selatan Iptu Agung Rahardjo, S.H., perangkat kecamatan, serta tim relawan tingkat kecamatan dan desa. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara TNI, kepolisian, pemerintah daerah, dan komunitas relawan. Sinergi tersebut dinilai krusial agar respons terhadap potensi kebakaran dapat dilakukan cepat, terkoordinasi, dan efektif.
Sebagai tindak lanjut dari sosialisasi, panitia pelaksana bersama aparat setempat melakukan pemasangan pengumuman dan imbauan di titik-titik yang telah diidentifikasi rawan. Papan-papan tersebut memuat pesan pencegahan, nomor kontak darurat, serta langkah-langkah yang harus diambil bila warga menemukan tanda-tanda kebakaran. Pemasangan ini diharapkan tidak hanya menjadi pengingat visual, tetapi juga memicu perubahan perilaku yang berkelanjutan di masyarakat.
Selain aspek pencegahan, sosialisasi juga membahas mekanisme koordinasi saat terjadi kebakaran. Kapten Rudiyanto dan perwakilan kepolisian menjelaskan prosedur pelaporan, pembagian tugas antara aparat dan relawan, serta pentingnya dokumentasi awal untuk memudahkan penanganan dan evaluasi pasca-kejadian. Latihan simulasi sederhana dan pembagian peran menjadi bagian dari rencana penguatan kapasitas yang akan dijalankan di tingkat desa.
Kegiatan ini berjalan aman dan lancar, dengan antusiasme peserta yang tinggi. Diskusi interaktif antara narasumber dan warga membuka ruang bagi pertanyaan praktis, seperti cara membuat sekat bakar sederhana, teknik pemadaman awal yang aman, serta strategi komunikasi darurat di wilayah yang aksesnya terbatas. Jawaban yang diberikan menekankan prinsip keselamatan, koordinasi, dan penggunaan sumber daya lokal secara bijak.
- Advertisement -
Ke depan, Kodim 0723/Klaten melalui jajaran Koramil berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan wilayah dan program mitigasi bencana. Dukungan ini mencakup pelatihan lanjutan bagi relawan, penyediaan alat pemadam sederhana, serta pendampingan dalam penyusunan rencana tanggap darurat di tingkat desa. Upaya edukasi dan pencegahan yang berkelanjutan diharapkan mampu menurunkan frekuensi dan dampak kebakaran, sekaligus melindungi keselamatan warga dan lingkungan.
Sosialisasi di Klaten Selatan menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat dapat memperkuat ketahanan lokal terhadap bencana. Ketika kewaspadaan, pengetahuan, dan tindakan kolektif berjalan seiring, risiko kebakaran dapat diminimalkan dan lingkungan yang aman serta kondusif dapat terwujud.
@ Pitut Saputra

