SUMUT, CHANEL7.ID – Sejumlah warga mengeluhkan antrean panjang saat mengisi BBM jenis solar subsidi di SPBU 14.212.274 Kampung Durian, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, pada Rabu (8/7/2026).
Keluhan tersebut muncul karena masyarakat menduga pengisian solar subsidi ke dalam jerigen lebih diprioritaskan dibandingkan kendaraan yang telah mengantre. Dugaan itu memicu kekecewaan para pengguna kendaraan yang mengaku harus menunggu dalam waktu lama.
Salah seorang pelanggan berinisial HM, yang meminta identitas lengkapnya tidak dipublikasikan, mengaku kecewa dengan pelayanan di SPBU tersebut. Menurut pengamatannya, antrean kendaraan terus mengular, sementara petugas diduga melayani pengisian solar ke sejumlah jerigen berkapasitas sekitar 33 liter.
“Kami melihat kendaraan harus menunggu cukup lama, sementara pengisian ke jerigen terus berlangsung. Kondisi ini membuat masyarakat kecewa,” ujar HM.
- Advertisement -
HM juga menyebut satu jerigen solar diperkirakan bernilai sekitar Rp276.000, yang terdiri atas harga solar subsidi sekitar Rp7.969 per liter serta biaya jerigen sekitar Rp13.000. Ia bahkan menduga jumlah jerigen yang dilayani setiap hari mencapai ratusan unit.
Namun demikian, informasi mengenai jumlah transaksi maupun volume pengisian tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Warga menduga aktivitas pengisian solar ke jerigen berdampak pada terbatasnya ketersediaan solar subsidi bagi kendaraan bermotor. Akibatnya, sebagian pengendara mengaku tidak memperoleh BBM setelah menunggu dalam antrean.
Selain itu, masyarakat juga menduga pembeli solar menggunakan jerigen tidak hanya berasal dari Kabupaten Batu Bara, tetapi juga dari daerah lain seperti Kabupaten Asahan dan Kabupaten Simalungun. Mereka diduga memanfaatkan barcode yang berkaitan dengan kebutuhan sektor pertanian.
Meski demikian, informasi tersebut masih memerlukan penjelasan resmi dari pihak berwenang, termasuk mengenai mekanisme penerbitan barcode, persyaratan administrasi, serta dugaan adanya biaya pengurusan melalui pihak tertentu.
- Advertisement -
Hingga berita ini disusun, pengelola SPBU yang disebut warga bernama Juar belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi telah dilakukan, namun belum memperoleh respons.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi dari pihak SPBU maupun pihak lain yang berkepentingan sebagai bentuk penerapan asas keberimbangan dalam pemberitaan.
Masyarakat berharap Pertamina Patra Niaga, Dinas Pertanian Kabupaten Batu Bara, serta aparat penegak hukum dapat melakukan pemeriksaan guna memastikan penyaluran solar subsidi berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan tidak merugikan masyarakat.
- Advertisement -
Seluruh informasi yang memuat dugaan dalam berita ini masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Redaksi akan memperbarui pemberitaan apabila telah memperoleh keterangan resmi atau hak jawab dari pihak-pihak terkait.
®Sofian

