KLATEN, CHANEL7.ID –
Lebih dari seratus pesepeda dari dalam dan luar negeri memadati rute pedesaan Klaten pada Kamis, 21 Mei 2026, dalam ajang International Veteran Cycle Association Rally (IVCA Rally) 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 yang berlangsung dari 17 hingga 24 mei mendatang, menempatkan pengalaman bersepeda sebagai medium untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi ekonomi lokal. Dari Candi Prambanan hingga Candi Plaosan, rombongan menempuh jalur yang bukan sekadar lintasan, melainkan juga perjalanan menyusuri tradisi, kerajinan, dan lanskap agraris yang masih asri (21/05/2026).
Rute dimulai dari kawasan bersejarah Candi Prambanan dan berakhir di Candi Plaosan. Di antara kedua titik itu, para peserta diajak berkeliling desa-desa yang menyimpan ragam aktivitas ekonomi kreatif. Pada pemberhentian pertama, rombongan singgah di Desa Kemudo, Prambanan, tempat para peserta melihat langsung proses pembuatan batik ciprat dan menyaksikan permainan tradisional anak-anak yang disebut dolan bocah. Kunjungan ini memberi kesempatan bagi pesepeda, termasuk delegasi mancanegara, untuk berinteraksi dengan pengrajin dan anak-anak desa, sekaligus memahami nilai budaya yang melekat pada setiap motif dan permainan.
Kehadiran pejabat daerah menambah bobot acara. Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, bersama Sekda Jawa Tengah, Sumarno, turut serta mengayuh sepeda dan mendampingi beberapa duta besar, termasuk Duta Besar Belanda dan Duta Besar Jerman. Kehadiran mereka bukan sekadar simbolis, itu menunjukkan bagaimana olahraga dan diplomasi budaya dapat berpadu untuk membuka dialog lintas negara tentang pelestarian warisan dan pengembangan ekonomi lokal. Interaksi langsung antara pejabat, diplomat, dan warga desa memperkuat pesan bahwa pariwisata berbasis komunitas dan UMKM lokal memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyatakan kebanggaannya karena Klaten dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan sepeda internasional. Ia menegaskan bahwa festival seperti ini sekaligus menjadi sarana promosi pariwisata dan produk lokal Klaten agar dikenal lebih luas. Menurut Hamenang, tren bersepeda yang sedang berkembang di banyak negara memberi momentum tepat untuk menonjolkan potensi desa-desa wisata. Ia juga menyoroti faktor ekonomi, dengan harga minyak yang melambung, bersepeda menjadi alternatif transportasi yang sehat dan ramah lingkungan. “Saya senang dan bangga Klaten menjadi tuan rumah. Kegiatan ini mempromosikan pariwisata dan produk lokal kita, sekaligus menunjukkan bahwa bersepeda bisa menjadi alternatif transportasi di tengah kenaikan harga bahan bakar,” ujar Hamenang saat beristirahat di salah satu titik pemberhentian.
- Advertisement -
Keunikan ajang ini juga terlihat dari ragam jenis sepeda yang ikut serta. Selain sepeda modern seperti sepeda lipat dan city bike, peserta membawa sepeda klasik seperti onthel dan jengki, bahkan ada yang menunggangi Penny Farthing dengan roda depan besar yang mencuri perhatian warga. Keberagaman ini menambah warna pada parade, menarik minat warga setempat, dan menjadi magnet bagi pengunjung yang ingin melihat koleksi sepeda langka sekaligus merasakan nostalgia bersepeda tempo dulu.
Perjalanan bersepeda tidak hanya melintasi jalan desa, rombongan juga melewati hamparan persawahan yang membentang di wilayah Kecamatan Prambanan, Jogonalan, hingga Manisrenggo. Panorama sawah yang hijau dan udara pedesaan yang segar memberi jeda yang menenangkan bagi para peserta setelah menempuh jarak. Di sejumlah titik pemberhentian sepanjang rute, para pesepeda, khususnya yang berasal dari luar negeri, menunjukkan antusiasme tinggi saat melihat potensi UMKM dan ragam budaya lokal. Mereka tertarik pada produk-produk kerajinan, kuliner tradisional, dan proses produksi yang masih mengandalkan keterampilan tangan.
Duta Besar Belanda dan Jerman turut ambil bagian dalam kegiatan ini, bersepeda bersama rombongan dan menyapa warga di sepanjang rute. Kehadiran para diplomat menambah nuansa internasional dan memperkuat hubungan budaya antara Klaten dan negara-negara peserta. Interaksi mereka dengan pengrajin dan pelaku UMKM memberi sinyal positif bahwa produk lokal Klaten memiliki daya tarik bagi pasar internasional.
Beberapa peserta mengaku senang karena bisa mengikuti kegiatan yang menggabungkan olahraga, wisata, dan pengalaman budaya. Salah seorang peserta dari mancanegara memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan. “Saya sangat terkesan. Lewat acara ini saya bisa melihat potensi dan keunikan pariwisata Klaten yang indah. Semoga kedepan kota dan desa di sini bisa menjadi lebih ramah sepeda,” kata Rafl Beste Duta Besar Jerman untuk Indonesia, sambil menunjukkan minat pada produk batik ciprat yang dipamerkan.
Ajang IVCA Rally 2026 di Klaten diikuti delegasi dari 40 negara, sebuah angka yang menggambarkan daya tarik internasional festival ini. Partisipasi internasional tersebut membuka peluang promosi yang lebih luas bagi produk lokal dan destinasi desa, sekaligus memperkuat jejaring antara pelaku UMKM Klaten dengan pasar global. Bagi banyak peserta mancanegara, pengalaman bersepeda di pedesaan Klaten menjadi kesempatan langka untuk melihat sisi autentik Indonesia yang seringkali tak tampak dalam paket wisata konvensional.
- Advertisement -
IVCA Rally 2026 di Klaten bukan sekadar ajang olahraga, ia menjadi medium diplomasi budaya, promosi UMKM, dan penguatan identitas lokal. Dari Candi Prambanan ke Candi Plaosan, dari batik ciprat di Desa Kemudo hingga hamparan sawah di Manisrenggo, festival ini menorehkan pengalaman yang menyatukan pesepeda dari 40 negara dalam satu ritme, mengayuh, melihat, dan menghargai kekayaan pedesaan Klaten.
@ Pitut Saputra

