JAWA TIMUR, CHANEL7.ID –
Suasana kota Surabaya tampak bergemuruh menjelang aksi besar GERANAT’S (Gerakan Rakyat Transportasi Online) Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026 mendatang. Ribuan pengemudi transportasi online dari berbagai wilayah Jawa Timur terus berkoordinasi dan bersiap turun ke jalan menuntut kepastian hukum, regulasi yang adil, dan perlindungan atas mata pencaharian mereka. Aksi ini merupakan bagian dari peringatan The National Awakening Online Driver Action Day (Hari Kebangkitan Transportasi Online Nasional) dan diperkirakan melibatkan kurang lebih 2.500 peserta dari pengemudi roda dua, roda empat, serta jasa angkut barang (13/05/2026).
Waktu dan Titik Kumpul
Menurut jadwal dari Koordinator Aksi pergerakan massa akan di mulai pada pukul 08.00 WIB menuju Bundaran Waru (Halte Mandiri). Rute aksi akan bergerak menuju kantor DPRD Provinsi Jawa Timur di Indrapura, melewati sejumlah titik strategis termasuk Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Kominfo Jawa Timur, Polda Jatim, Darmo-Basuki Rahmat, Bubutan, Jalan Pahlawan, Kebon Rojo, dan Kantor Gubernur.
Latar Belakang Aksi
- Advertisement -
GERANAT’S Jawa Timur, wadah perjuangan yang merupakan kolaborasi PDOI (Perhimpunan Driver Online Indonesia) dan Langgeng Family serta terafiliasi dengan Forum Diskusi Transportasi Online Indonesia (FDTOI), menyatakan aksi ini dilatarbelakangi oleh kekecewaan terhadap lambatnya realisasi regulasi dan kepastian hukum yang dijanjikan pemerintah pusat. Para pengemudi menilai kebijakan aplikator dan aturan yang ada belum mencerminkan keadilan bagi pekerja yang sehari-hari mengandalkan platform digital sebagai sumber penghasilan.
Tuntutan nasional yang diusung
Tuntutan yang akan dibawa pada saat aksi antara lain:
1. Kenaikan tarif penumpang roda dua.
2. Hadirnya regulasi pengantaran barang dan makanan untuk roda dua dan roda empat
3. Penetapan tarif bersih untuk roda empat.
4. Pengesahan Undang-Undang Transportasi Online Indonesia.
Di tingkat provinsi, tuntutan lokal menyoroti penolakan eksploitasi di zona merah, evaluasi skema berbayar aplikasi, keterlibatan GERANAT’S Jawa Timur dalam penyusunan regulasi, serta penggantian biaya parkir driver online oleh aplikator atau penumpang di semua lokasi yang memiliki petugas parkir.
- Advertisement -
Penekanan Pernyataan Penanggung Jawab Aksi
Di tengah persiapan, Tito Achmad sebagai Penanggung Jawab aksi tampil menjadi suara utama yang menegaskan tujuan dan batas toleransi organisasi. Pernyataan Tito menjadi titik fokus orasi dan komunikasi resmi GERANAT’S Jawa Timur.
Tito Achmad menegaskan, “Kami menuntut kepastian hukum dan regulasi yang adil bagi seluruh driver online. Jika suara kami terus diabaikan, kami akan terus bersuara sampai ada perubahan nyata.” Kata-kata Tito ini diulang dalam setiap pernyataan resmi dan menjadi pesan yang dibawa peserta saat berkumpul. Tito menegaskan bahwa tuntutan bukan sekadar soal kenaikan tarif, melainkan soal keberlangsungan mata pencaharian, keselamatan kerja, dan pengakuan status pekerja yang selama ini rentan terhadap kebijakan sepihak aplikator.
- Advertisement -
Lebih jauh Tito menekankan pentingnya keterlibatan langsung para pelaku lapangan dalam proses pembuatan kebijakan “Jangan lagi ada kebijakan yang dibuat tanpa melibatkan kami yang sehari-hari berada di lapangan. Regulasi harus lahir dari dialog, bukan keputusan sepihak.” Pernyataan ini menegaskan tuntutan agar GERANAT’S Jawa Timur dilibatkan dalam penyusunan aturan di tingkat provinsi.
Persiapan Aksi dan Protokol
Panitia menyatakan kesiapan logistik dan koordinasi internal untuk memastikan aksi berlangsung tertib dan aman. Peserta diimbau mematuhi aturan lalu lintas, menjaga ketertiban, dan menghormati hak pengguna jalan lain. GERANAT’S Jawa Timur menegaskan aksi ini dirancang sebagai demonstrasi damai yang menuntut dialog konstruktif dengan pemerintah daerah dan pihak terkait.
Organisasi berharap aksi ini membuka ruang pertemuan resmi dengan DPRD Jawa Timur, Dinas Perhubungan, Kominfo, dan pihak kepolisian untuk membahas tuntutan secara substantif. Tito menegaskan pintu dialog tetap terbuka, namun juga menambahkan bahwa aksi akan terus dilakukan sebagai bentuk tekanan jika proses legislasi dan kebijakan terus berjalan tanpa melibatkan suara pekerja.
Implikasi dan Harapan
Realisasi tuntutan dapat membawa dampak signifikan bagi kesejahteraan ribuan driver di Jawa Timur. Kenaikan tarif dan penetapan tarif bersih berpotensi meningkatkan pendapatan bersih pengemudi, regulasi pengantaran barang dan makanan memberi kepastian operasional, sementara keterlibatan organisasi lokal dalam penyusunan aturan memastikan kebijakan lebih responsif terhadap kondisi lapangan. Sebaliknya, kegagalan membuka dialog berisiko memperpanjang ketidakpastian dan memicu aksi lanjutan.
Aksi GERANAT’S Jawa Timur pada 20 Mei 2026 mendatang beserta 16 Daerah lain yang juga turun aksi serentak bersama FDTOI akan menjadi momen penting bagi gerakan driver online di provinsi ini. Tito Achmad sebagai penanggung jawab yang vokal dan tegas, menyatakan “harapan besar bertumpu pada kemampuan aksi ini mengubah kebijakan menjadi lebih adil dan berpihak pada kesejahteraan pekerja transportasi berbasis aplikasi.” tegasnya.
Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa, ini adalah tuntutan tegas untuk keadilan dan kepastian hukum bagi ribuan driver online, Tito Achmad sebagai penanggung jawab menegaskan jika pemerintah dan aplikator masih mengabaikan suara kami, GERANAT’S Jawa Timur akan terus meningkatkan tekanan hingga tuntutan dipenuhi dan regulasi berpihak pada pekerja.
@ Pitut Saputra

