SUMBAR, CHANEL7.ID – Kawasan Pasar Kuliner Silo kerap tergenang air saat hujan deras, hingga menyerupai “danau kecil” dan mengganggu aktivitas para pedagang. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto bergerak cepat melakukan penanganan sementara.
Langkah ini dilakukan di tengah rencana penataan kawasan yang diajukan Pemko kepada PT Bukit Asam melalui proposal resmi pada Selasa (21/4/2026), dengan harapan mendapat dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Sebagai upaya awal, Pemko membuat saluran air baru untuk mengalihkan aliran dari arah Kebun Jati menuju saluran utama. Cara ini diharapkan dapat mengurangi volume limpasan air yang selama ini menyebabkan genangan di kawasan pasar.
Pada Sabtu (25/4/2026), proses pengerjaan terlihat di lokasi dengan penggunaan alat berat berupa ekskavator. Kegiatan tersebut turut dipantau Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Sawahlunto, Tatang Sumarna, meski hujan masih turun.
- Advertisement -
Pemerintah kota menyebut langkah ini sebagai solusi sementara sambil menunggu realisasi penataan kawasan yang lebih menyeluruh.
Sementara itu, para pedagang berharap perbaikan permanen segera dilakukan. Dewi, pedagang sekaligus Bendahara Asosiasi Pedagang Silo Sawahlunto (Apesisto), mengatakan genangan air saat hujan menjadi persoalan utama yang memengaruhi kenyamanan berdagang.
“Selama ini memang cukup nyaman, tapi kalau hujan jadi tergenang seperti danau. Kami berharap penataan dari proposal ke PT Bukit Asam bisa segera terealisasi, agar ada kepastian bagi pedagang,” ujarnya.
Di tengah intensitas hujan yang masih tinggi, pedagang berharap penanganan sementara ini dapat berlanjut menjadi solusi permanen, sehingga aktivitas ekonomi di Pasar Silo dapat berjalan lebih lancar.
- Advertisement -
®Herman

