CIAMIS, CHANEL7.ID – Berdasarkan dari beberapa informasi yang di himpun Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat justru disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab di Kabupaten Ciamis. Sejumlah warga dilaporkan menjadi korban dugaan penipuan berkedok kerja sama penyediaan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kasus ini mencuat di wilayah Kecamatan Banjaranyar dan Banjarsari setelah puluhan warga mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat iming-iming menjadi mitra resmi program tersebut.
Modus Penipuan Jual Beli “Titik Dapur”
Berdasarkan keterangan korban, pelaku menawarkan “titik dapur” MBG dengan dalih memiliki akses langsung ke sistem pusat. Untuk mendapatkan titik tersebut, korban diminta menyetorkan uang mulai dari Rp100 juta hingga Rp135 juta per lokasi.
- Advertisement -
Salah satu korban, Hendra Juhara, mengaku tergiur dengan janji proses cepat penerbitan ID resmi dapur MBG. Ia bahkan menyetorkan uang secara bertahap sejak Desember 2025 melalui perantara.
“Awalnya dijanjikan ID dapur akan segera keluar dan terdaftar di sistem,” ungkapnya.
Namun, setelah menunggu, nama dan lokasi dapur yang dijanjikan tidak pernah muncul dalam sistem resmi, sehingga korban menyadari telah tertipu.
Kerugian Meluas hingga Pembangunan Fasilitas
Tidak hanya kehilangan uang muka, sejumlah korban juga terlanjur mengeluarkan biaya tambahan seperti pembangunan dapur dan penyewaan gedung. Hal ini membuat total kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah secara keseluruhan.
- Advertisement -
Ketua Lembaga Pemantau Anggaran Publik (LPAP) Kabupaten Ciamis, Agus Budiman, menyatakan bahwa banyak korban sudah terlanjur berinvestasi karena percaya akan segera menjadi mitra resmi program pemerintah.
BGN Tegaskan Tidak Ada Jual Beli Titik
Menanggapi kasus ini, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa tidak ada mekanisme jual beli titik dapur dalam program MBG. Segala bentuk transaksi yang menjanjikan akses cepat atau jalur khusus dipastikan merupakan penipuan.
- Advertisement -
Kasus ini memicu desakan dari berbagai pihak agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas jaringan pelaku. Selain itu, masyarakat juga meminta pemerintah meningkatkan transparansi dalam pelaksanaan program MBG agar tidak dimanfaatkan oleh oknum.
Pengamat menilai tingginya antusiasme masyarakat terhadap program MBG menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksi penipuan dengan modus “jalur cepat” atau “jalur VIP”.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja sama yang tidak resmi, terutama yang meminta sejumlah uang dengan janji akses cepat ke program pemerintah. Warga juga disarankan memastikan informasi langsung melalui lembaga resmi guna menghindari kerugian serupa.
Kasus dugaan penipuan MBG di Ciamis menjadi peringatan penting bahwa program pemerintah yang strategis pun tidak lepas dari potensi penyalahgunaan. Diperlukan pengawasan ketat, transparansi, serta edukasi kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
®Yusef Ferry S

