CIREBON, CHANEL7.ID – Kondisi infrastruktur di Jalan Fatahillah Kabupaten Cirebon, jalur Sumber–Plered, kian memprihatinkan. Minimnya perbaikan dan pemeliharaan yang memadai di jalur tersebut kembali memicu kecelakaan parah yang menyebabkan seorang warga mengalami luka serius hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Insiden nahas ini terjadi pada Sabtu (21/2) petang saat korban, yang merupakan seorang kepala keluarga, hendak berangkat kerja demi menafkahi istri dan anaknya. Namun, lubang besar di badan jalan membuat kendaraan korban hilang kendali.
Akibat kejadian ini, ekonomi keluarga korban kini terancam. Sebagai tulang punggung utama, korban dipastikan tidak dapat bekerja untuk sementara waktu selama masa pemulihan.
Kondisi ini memicu simpati sekaligus amarah dari warga sekitar yang setiap hari harus bertaruh nyawa melintasi jalan tersebut.
- Advertisement -
Masyarakat setempat mengaku bahwa kerusakan Jalan Fatahillah bukanlah masalah baru. Lubang-lubang dengan diameter dan kedalaman yang variatif tersebar di sejumlah titik strategis.
Kondisi ini menjadi “jebakan maut” bagi pengendara, terutama saat malam hari, lalu minimnya penerangan membuat lubang tidak terlihat jelas karena genangan air hujan menutupi lubang, sehingga pengendara sering terjebak.
Mengingat statusnya sebagai jalan Provinsi, tanggung jawab perbaikan berada di bawah wewenang Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat. Publik mendesak agar instansi tersebut segera bertindak dan tidak membiarkan kerugian masyarakat terus berlanjut.
Kritik tajam datang dari Boby, seorang aktivis dan pemerhati kebijakan publik. Ia menilai pola pemeliharaan jalan selama ini tidak menyentuh akar persoalan.
“Perbaikan dan pemeliharaan dilakukan setengah hati. Seakan-akan hanya tambal sulam sementara tanpa pengawasan dan tanggung jawab yang serius. Kalau benar-benar dikerjakan dengan standar yang baik, tidak mungkin lubang yang sama terus memakan korban,” tegas Boby saat menanggapi kondisi rusaknya jalan Fatahillah pada Senin, 23 Februari 2026.
- Advertisement -
Ia juga menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan kualitas pekerjaan di lapangan. Menurutnya, keselamatan warga adalah hukum tertinggi yang tidak boleh dikorbankan oleh lemahnya kontrol teknis.
Selain mendesak dinas terkait, masyarakat juga menitipkan harapan kepada figur pemimpin seperti Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk turun tangan. Warga meminta adanya instruksi tegas kepada jajaran birokrasi agar melakukan perbaikan menyeluruh secara permanen, bukan sekadar solusi sesaat.
Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat Jalan Fatahillah masih menunggu langkah konkret dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Warga berharap tidak ada lagi “korban-korban selanjutnya” yang harus menderita akibat kelalaian dalam pemeliharaan fasilitas publik.
- Advertisement -
®Mu’min

