CIREBON, CHANEL7.ID – Transformasi kawasan Stadion Watubelah di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, terus mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Proyek penataan yang mencakup pembangunan Shelter UMKM Watubelah dan fasilitas olahraga berupa jogging track dinilai sebagai langkah strategis dalam menghidupkan kembali ikon kebanggaan warga Kabupaten Cirebon.
Salah satu warga Kabupaten Cirebon, Nana Karmana, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam mempercepat penyelesaian fasilitas pendukung tersebut. Menurutnya, keberadaan shelter dan lintasan lari akan memberikan dampak ganda bagi warga, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi.
“Kami sangat mendukung adanya kawasan shelter dan tracking jogging ini. Selain menjadi tempat olahraga yang representatif bagi keluarga, area ini juga bisa menjadi pusat ekonomi baru bagi pelaku UMKM lokal,” ujar Nana kepada Chanel7.id pada Selasa, 3 Februari 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisperdagin) Kabupaten Cirebon, Dadang Raiman, pernah mengatakan bahwa kehadiran shelter ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Mengingat lokasinya yang strategis dan ikonik, ia mengimbau masyarakat untuk memiliki rasa kepemilikan yang tinggi, terutama dalam menjaga estetika lingkungan.
- Advertisement -
“Mudah-mudahan masyarakat bisa bersama-sama menjaga kebersihan, baik di area Shelter Kuliner maupun di sekitar Tugu Watubelah,” ujar Dadang saat ditemui awak media di Kantor Disperdagin, Rabu (17/12/2025) lalu.
Menurut Dadang, integrasi antara pusat kuliner dan ikon budaya seperti Patung Panca Wanda menciptakan daya tarik wisata yang unik bagi Kabupaten Cirebon. Keberadaannya diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang publik yang membanggakan.
Terkait waktu operasional, Dadang memberikan sinyal bahwa masyarakat tidak perlu menunggu lama lagi untuk menikmati fasilitas tersebut.
“Insyaallah, Expo Shelter Watubelah akan kita pergunakan secara resmi setelah tahun baru (2026). Kami berharap pembangunan ini memberikan manfaat positif yang berkelanjutan bagi seluruh warga Kabupaten Cirebon,” pungkasnya.
Kepala Bidang Sarana dan Pelaku Distribusi, Disperdagin Kabupaten Cirebon, Ardiles, menyatakan bahwa operasional kawasan ini direncanakan mulai berjalan pada pekan ini.
- Advertisement -
“Kehadiran pusat kuliner ini diharapkan mampu memberikan stimulus positif bagi perekonomian lokal, khususnya bagi para pelaku usaha mikro di Kabupaten Cirebon,” kata Ardiles saat memonitoring Shelter Watubelah belum lama ini.
Selain menjadi pusat transaksi ekonomi, kawasan Watubelah ini dirancang dengan konsep Ruang Terbuka Hijau (RTH). Hal ini bertujuan agar lokasi tersebut tidak hanya menjadi tempat berdagang, tetapi juga destinasi pilihan bagi masyarakat untuk berinteraksi dan bersantai di lingkungan yang asri.
“Pusat kuliner diharapkan menjadi pilihan ruang terbuka hijau pedagang dan masyarakat,” jelas dia.
- Advertisement -
Ditempat yang sama, Analisis Perdagangan Disperdagin Kabupaten Cirebon, Nur Urip Wijaya, menambahkan bahwa optimalisasi fasilitas ini merupakan langkah strategis untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Pengelolaan yang profesional di bawah naungan Disperdagin diharapkan mampu menyumbang kontribusi finansial yang berkelanjutan bagidaerah,” ujarnya.
Menurutnya, terkait aspek legalitas dan pembiayaan, skema tarif penggunaan fasilitas telah disesuaikan dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang retribusi yang berlaku. Penetapan ini dilakukan untuk menjamin kepastian hukum bagi para pedagang yang menempati area tersebut.
“Berdasarkan aturan yang telah ditetapkan, setiap unit shelter dikenakan biaya retribusi sebesar Rp 5.500 per hari,” kata Wiwid sapaan akrab Nur Urip Wijaya.
“Tarif yang terjangkau ini diharapkan tidak memberatkan pedagang sekaligus memastikan pemeliharaan fasilitas umum di area Expo Shelter Watubelah tetap terjaga dengan baik,” imbuhnya.
®Mu’min

