JABAR, CHANEL7.ID – Aksi blokade total oleh Amerika Serikat atas Venezuela di Laut Karibia memicu ketegangan dan menuai protes Internasional.
Rusia dan China memprotes keras dan mengecam Amerika (AS), setelah negeri Paman Sam itu menyita kapal tanker tujuan China di zona perairan Internasional di Laut Karibia.
Merupakan pelanggaran serius terhadap apa yang tertuang oleh hukum Internasional, protes hal senada juga dilontarkan Rusia yang merupakan sekutu dagang Venezuela.
Belum lama ini, China melalui Kementerian Luar negerinya mengatakan tegas bahwa Venezuela memiliki hak penuh untuk menjalin kerjasama bilateral dagang dengan negara manapun.
- Advertisement -
Tindakan masif penjaga pantai AS (US Coast Guard) yang menghalau dan mencegat kapal tanker Centuries pada pekan lalu, ini merupakan bagian dari kebijakan yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump yang dinamakan “Blokade” atas seluruh kapal tanker Venezuela.
“Penyitaan kapal milik negara lain oleh Amerika Serikat adalah pelanggaran serius terhadap hukum Internasional,” ujar Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing dikutip Reuters, Selasa (23/12/2025).
Menanggapi ini Gedung Putih menyatakan kapal tanker tersebut merupakan bagian dari (shadow fleet) atau armada bayangan pemerintah Venezuela dengan mengangkut minyak yang dianggap ilegal oleh Washington.
Venezuela menanggapi hal demikian menyebut aksi militer Amerika sebagai tindakan yang tak berdasar dan merupakan perompakan Internasional yang serius dilakukan militer AS.
Namun tindakan blokade total oleh militer AS di Laut Karibia adalah buntut dari kebijakan Donald Trump serta upaya Amerika Serikat untuk merebut kembali tanah atau ladang migas perusahaan-perusahaan Amerika yang diambil alih secara paksa oleh Venezuela dan untuk menggulingkan paksa rezim Nicolas Maduro.
- Advertisement -
Sejak September lalu, angkatan Laut AS sudah mengerahkan banyak armada laut, mengirimkan kapal-kapal perang dan kapal induk mereka di Laut Karibia untuk mengepung secara total Venezuela dari segala sisi diperairan dan sudah beberapa kapal milik Venezuela yang sudah dihancurkan.
Atas kebijakan Washington membuat Beijing dan Moscow geram, dengan blokade total ini mengalami penurunan pasokan import minyak dari luar negeri China mencapai 4%.
Diketahui bahwa Venezuela adalah salah satu pemasok minyak terbesar untuk China, Venezuela menuduh Amerika Serikat dengan sengaja menciptakan kekacauan ini, bertujuan untuk menguasai dan penggulingan paksa Presiden Maduro, dan menguasai sumber daya alam Venezuela negeri yang dikenal dengan sebutan,”The Land of Grace”.
- Advertisement -
®Jaka S

