KLATEN, CHANEL7.ID – Keluarga Muhammad Andrean Haris Fitrianto dan Farida Fadmawati merayakan upacara Aqiqah untuk putra mereka, Muhammad Rey Fender Al Ghazali. Kelahiran yang dinanti sejak pernikahan beberapa tahun silam itu, tiba pada Selasa Kliwon, 28 Oktober 2025, dan malam ini, menjadi momen syukur bersama keluarga besar, tetangga, dan sahabat. Acara digelar di kediaman Andrean Haris Fitrianto
putra tertua dari Bapak Sudarsono, Kepala Desa Bulan, Wonosari, Klaten, sekaligus owner dari Toko Bahan Bangunan, Keramik dan Granit, Maju Jaya Putra di Dukuh Padangan RT.12/RW.06. Acara dimulai dari pukul 19.30 WIB hingga selesai, dan mengumpulkan wajah-wajah yang ingin berbagi bahagia atas hadirnya anggota baru keluarga (04/11/2025).
Upacara Aqiqah ini bukan sekadar ritual formal, bagi keluarga dan komunitas di sekitar, acara ini adalah ungkapan syukur, sambutan, dan ikatan sosial. Suasana malam penuh kehangatan, tawa, dan doa-doa untuk kesehatan serta masa depan sang bayi. Kerabat dan tetangga hadir dengan hadiah kecil, salam hangat, serta kesediaan membantu keluarga tuan rumah. Di tengah kebahagiaan itu, tradisi lokal berpadu dengan nilai-nilai agama sehingga perayaan terasa akrab dan bermakna.
Dalam tradisi masyarakat setempat, upacara Aqiqah untuk anak laki-laki dianggap sebagai penyambutan resmi atas kehadiran pria kecil dalam rumah tangga, dan merupakan Sunnah Muakkadah dalam ajaran Islam. Acara tersebut biasanya dimulai dengan pembacaan doa bersama sama, serta pemotongan kambing atau hewan kurban kecil, sesuai ketentuan agama. Makanan hasil Aqiqah kemudian dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan fakir miskin sebagai bentuk syukur dan solidaritas. Di banyak rumah, prosesi ini juga melibatkan doa untuk nama dan harapan orang tua agar anak tumbuh sehat, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi keluarga serta masyarakat.
Acara ini juga menghadirkan sebuah pementasan grup band musik hiburan Legenda Plus yang membawakan lagu – lagu kenangan dan koes plus untuk menghibur para tamu undangan dengan balutan lagu kenangan dan bahagia. Perayaan malam ini menegaskan peran kolektif keluarga dan lingkungan dalam menyambut anggota baru. Orang tua, paman, bibi, maupun tetangga turut mengambil bagian, mulai dari persiapan hidangan, memasak, hingga tata tempat dan penyambutan tamu. Kehadiran rekan-rekan dekat menguatkan jaringan sosial, bantuan praktis yang muncul sebelum dan selama acara merupakan wujud gotong-royong yang terus menjaga ikatan antar sesama di kampung. Bagi banyak keluarga, momen seperti ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antar generasi, menceritakan nilai-nilai keluarga, dan mewariskan tradisi kepada anak-cucu.
- Advertisement -
Nama Muhammad Rey Fender Al Ghazali membawa harapan yang dalam dari orang tua dan keluarga besar. Sebagai tradisi, doa-doa dibacakan untuk keselamatan, kesehatan, serta keberkahan hidup sang anak. Para tetua keluarga biasanya memberikan nasihat dan harapan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi sesama. Penamaan juga menjadi momen sakral yang diingat sepanjang hidup keluarga, nama dipilih dengan harapan dan doa agar identitas itu menjadi panduan moral dan spiritual.
Bagi Andrean dan Farida, malam ini adalah puncak kebahagiaan setelah menunggu kelahiran yang diidamkan. Perasaan lega dan syukur tampak jelas ketika mereka menggendong bayi dan menyambut ucapan selamat dari hadirin. Peristiwa ini menandai babak baru dalam perjalanan rumah tangga, tanggung jawab baru, kasih sayang yang bertambah, serta rencana masa depan yang kini melibatkan anggota kecil tersebut. Kebahagiaan itu bukan hanya pribadi, ia meluas menjadi kebahagiaan komunal yang menguatkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama di lingkungan.
Salah satu nilai inti Aqiqah adalah berbagi. Hidangan yang dibuat dari hasil aqiqah dibagikan kepada tamu dan keluarga yang hadir serta kepada mereka yang membutuhkan di sekitar lingkungan. Aksi berbagi ini memperlihatkan dimensi kemanusiaan dalam tradisi, berkah yang diterima keluarga tidak hanya dinikmati sendiri tetapi disebarluaskan. Hal itu memperkuat simpul solidaritas sosial dan menumbuhkan kebiasaan empati di antara warga.
Walaupun perayaan dapat menjadi meriah, banyak keluarga memilih pelaksanaan yang sederhana namun tulus. Malam ini perayaan tersebut menampilkan keseimbangan antara adat, agama, dan praktik kebersamaan yang hangat tanpa berlebihan. Kesederhanaan itu justru membuat acara lebih intim dan memberi ruang bagi esensi perayaan, rasa syukur, doa, dan keinginan baik untuk masa depan anak dan keluarga.
Kelahiran Muhammad Rey Fender Al Ghazali dan perayaan Aqiqahnya adalah pengingat betapa pentingnya komunitas dalam merayakan tonggak kehidupan. Melalui doa, tradisi, dan gotong-royong, keluarga dan tetangga menegaskan bahwa setiap anggota baru adalah sumber kebahagiaan dan harapan. Semoga bayi yang baru lahir tumbuh dalam kesehatan, cinta, dan kebijaksanaan, serta menjadi anugerah yang memperkaya kehidupan keluarga dan lingkungan di Dukuh Padangan RT.12/RW.06.
- Advertisement -
Seiring malam ini yang penuh doa dan kebahagiaan, segenap undangan dan tamu yang hadir mengucapkan selamat untuk Andrean dan Farida, semoga cinta dan kebersamaan yang dirayakan hari ini menuntun keluarga kecil kalian ke masa depan yang penuh berkah. Semoga Rey kelak tumbuh menjadi anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, dan menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi keluarga, tetangga, serta bangsa. Dengan harapan yang tulus, kami mendoakan agar setiap langkah kalian diberkati, dipenuhi kebahagiaan, dan selalu dikelilingi kasih sayang.
- Advertisement -
®Pitut Saputra

