KLATEN, CHANEL7.ID – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom., didampingi Wakil Bupati H. Benny Indra A. S.E., M.B.A., menghadiri pengajian akbar bertajuk “Klaten Berdzikir & Bersholawat” dalam rangka memperingati Hari Santri Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Merdeka Delanggu, Klaten. Acara yang terbuka untuk umum ini berlangsung pada Sabtu malam, dimulai pada pukul 19:00 WIB dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube DISKOMINFO Kabupaten Klaten, sehingga masyarakat luas dapat mengikuti detail rangkaian kegiatan tanpa hadir secara fisik bilamana berhalangan (18/10/2025).
Peringatan Hari Santri kali ini menampilkan rangkaian kegiatan yang menitikberatkan pada penguatan spiritualitas, pelestarian tradisi keagamaan, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan dan kebersamaan di tengah masyarakat. Hadir sebagai pemimpin dzikir dan sholawat adalah tokoh-tokoh agama ternama, antara lain Gus Zaman Assekhal, kelompok Sholawat Gandrung Nabi, dan Dr. KH. Sri Setyo, SH., S.Pd.I., M.Si., yang masing-masing memberikan warna tersendiri melalui lantunan doa, tausiyah, dan syair-syair sholawat yang menggugah.
Kehadiran Bupati Hamenang Wajar Ismoyo dan Wakil Bupati Benny Indra membawa pesan kuat tentang komitmen pemerintahan daerah untuk terus mendukung kegiatan keagamaan yang memperkokoh nilai moral dan sosial. Dalam paparan singkatnya dengan panitia, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, tokoh agama, serta masyarakat yang berpartisipasi. Ia menekankan pentingnya peran santri sebagai penopang kehidupan beragama yang moderat dan berkontribusi pada pembangunan karakter bangsa. Pemerintah daerah menegaskan bahwa dukungan terhadap kegiatan-kegiatan seperti ini merupakan bagian dari upaya menjaga harmonisasi sosial serta memupuk rasa saling menghormati antar warga.
Suasana di Lapangan Merdeka yang kebetulan diguyur hujan, tak menyurutkan semangat para jamaah guna mengikuti kegiatan yang dipenuhi oleh jamaah dari berbagai kalangan usia, mulai dari santri, pelajar, hingga keluarga dan tokoh masyarakat. Lantunan sholawat terbawa oleh alunan musik rebana dan iringan suara yang khidmat, menciptakan suasana yang tenang namun penuh semangat. Beberapa peserta tampak larut dalam dzikir bersama, menandakan bahwa momentum ini tidak hanya bersifat seremonial tetapi juga menjadi ruang refleksi spiritual yang mendalam. Penampilan kelompok Sholawat Gandrung Nabi mendapat sambutan hangat karena berhasil menyatukan elemen tradisi lokal dengan nuansa religi yang universal.
- Advertisement -
Dalam acara ini, tausiyah dari para ulama mengangkat tema-tema relevan, termasuk pentingnya menjaga moderasi beragama, peran pemuda dalam mempertahankan nilai-nilai luhur, serta tanggung jawab sosial santri dalam era digital. Dr. KH. Sri Setyo menekankan bahwa tradisi sholawat dan dzikir harus menjadi jembatan untuk memperkuat solidaritas sosial, terutama di masa ketika perbedaan tentu ada namun tidak perlu menjadi sumber perpecahan. Pesan-pesan tersebut disambut antusias oleh peserta, yang berharap nilai-nilai moral yang di gaungkan dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata di komunitas masing-masing.
Penyelenggaraan acara juga menunjukkan koordinasi lintas sektor yang baik. Panitia lokal bekerja sama dengan perangkat pemerintahan, kepolisian, serta instansi terkait untuk memastikan protokol keamanan, kenyamanan, dan kelancaran acara. beberapa jalur rawan kemacetan juga sudah mulai disteril sedari sore hari. Kehadiran layanan live streaming melalui YouTube DISKOMINFO Kabupaten Klaten menjadi salah satu strategi untuk menjangkau khalayak lebih luas sekaligus menjaga aksesibilitas bagi warga yang memilih tetap di rumah dan menghindari kerumunan. Layanan daring ini mencerminkan adaptasi tradisi keagamaan pada era digital tanpa mengurangi esensi spiritual kegiatan.
Partisipasi masyarakat dalam peringatan Hari Santri ini tidak hanya dinilai dari kuantitas peserta, tetapi juga dari kualitas keterlibatan. Banyak peserta yang memanfaatkan kesempatan untuk saling bersilaturahmi, berbagi pengalaman, dan memperkuat jejaring komunitas keagamaan. Kehadiran generasi muda terutama dari pesantren-pesantren lokal menandakan kesinambungan tradisi keagamaan yang sehat dan dinamis. Pemerintah daerah berharap momentum seperti ini dapat mendorong agenda-agenda positif lain, seperti pendidikan karakter, pelatihan kewirausahaan berbasis komunitas, serta program-program sosial yang memberdayakan warga.
Di penghujung acara, rangkaian dzikir dan sholawat disudahi dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama. Doa tersebut berisi harapan agar Kabupaten Klaten senantiasa diberikan kedamaian, kemakmuran, dan keharmonisan antar warga. Panitia mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung, termasuk tim teknis yang menangani siaran langsung, relawan, serta petugas keamanan dan parkir.
Beberapa kelompok pemuda desa yang menggelar parkir motor dan mobil serta warung-warung di sekitaran lapangan merdeka juga ikut mendapat limpahan rezeki dari penyelenggaraan kegiatan ini, utamanya karena kenaikan intensitas pengunjung yang hadir dalam kegiatan di lapangan merdeka Delanggu.
- Advertisement -
Peringatan Hari Santri Tahun 2025 di Klaten ini menjadi bukti kuat bahwa tradisi keagamaan dapat menjadi sarana konsolidasi sosial yang konstruktif. Dengan sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, kegiatan seperti “Klaten Berdzikir & Bersholawat” tidak hanya memperingati sejarah dan peran santri, tetapi juga memperkuat pondasi moral yang menjadi modal penting bagi pembangunan daerah ke depan. Semoga momentum ini terus memupuk rasa kebersamaan dan menginspirasi langkah-langkah positif bagi kesejahteraan bersama.
- Advertisement -
®Pitut Saputra

