PATI, CHANEL7.ID – Bupati Pati Sudewo tengah menjadi sorotan publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan keterlibatannya dalam kasus suap terkait proyek pembangunan dan perawatan jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan untuk tahun anggaran 2022–2024
Dugaan Suap dan Barang Bukti, KPK menyebut Sudewo menerima “commitment fee” dari proyek rel kereta api, termasuk proyek jalur ganda Solo Balapan–Kadipiro–Kalioso, pembangunan rel di Makassar, Cianjur, serta sejumlah proyek lain di Jawa dan Sumatra. Dalam operasi penindakan pada April 2023, KPK menyita sekitar Rp 3 miliar dari kediaman Sudewo, terdiri dari mata uang rupiah dan asing.
Dari beberapa sumber informasi yang dihimpun, Sudewo, yang saat itu menjabat sebagai anggota Komisi V DPR dari Partai Gerindra, membantah menerima suap. Ia mengklaim uang yang disita merupakan hasil gaji dan usaha pribadinya. Namun, dalam persidangan mantan Dirut PT Istana Putra Agung, Dion Renato Sugiarto, nama Sudewo disebut sebagai salah satu pihak yang menerima suap untuk memuluskan proyek DJKA.
Sponsor
- Advertisement -
Dikutip dari beberapa sumber awak media, Meski Sudewo telah mengembalikan uang yang diduga berasal dari suap, KPK menegaskan bahwa pengembalian dana tidak menghapus unsur pidana. KPK juga belum menutup kemungkinan untuk memanggil Sudewo sebagai saksi atau tersangka dalam lanjutan penyidikan.
Dugaan Kasus ini memicu gelombang protes besar-besaran di Pati, dengan tuntutan agar Sudewo mundur dari jabatannya. Protes juga dipicu oleh kebijakan kenaikan pajak daerah yang kontroversial. Presiden Prabowo Subianto menyatakan penyesalan atas sikap arogan Sudewo terhadap demonstran, sementara Istana Kepresidenan membantah adanya korban jiwa dalam aksi tersebut.
- Advertisement -
®Ngatmo

