CIREBON, CHANEL7.ID – Mencuatnya dinamika Pendapatan asli Desa (PADesa) Trusmi Wetan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat baru-baru ini mulai ramai diperbincangkan oleh beberapa masyarakat.
Persoalan bermula viral nya video seseorang yang di duga membahas hasil sewa tanah kas desa trusmi wetan yang di tumbung alias di tumpuk kali ini semakin hangat lantaran dianggap hak tunjangan insentif tambahan perangkat desa dari tanah kas desa tidak di berikan ke beberapa perangkat desa trusmi wetan menimbulkan persoalan baru.
Lebih lanjut, Polemik terkait Pendapatan Asli Desa (PADesa) Trusmi Wetan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, semakin hangat diperbincangkan masyarakat. Isu ini mencuat setelah beredarnya sebuah video yang diduga membahas hasil sewa tanah kas desa (TKD) yang disebut-sebut mengalami penyimpangan atau “ditumbung” (ditumpuk).
Kendati demikian, Polemik semakin memanas lantaran insentif tambahan perangkat desa yang seharusnya bersumber dari hasil sewa TKD diduga tidak disalurkan kepada beberapa perangkat desa. Kondisi ini memicu reaksi luas dan mendorong pertanyaan seputar transparansi pengelolaan PADesa di Trusmi Wetan.
- Advertisement -
Namun, Ketika dikonfirmasi terkait viralnya video tersebut, Kuwu Trusmi Wetan, Anidi, memberikan jawaban singkat yang justru menimbulkan tanda tanya. “Lagi mabok ang bagen bae, Mabok kasbon,” ujar Anidi pada Kamis, 6 Februari 2025, tanpa memberikan klarifikasi lebih lanjut.
Tak hanya terkait video viral tersebut, Kuwu Anidi juga dikonfirmasi mengenai adanya transaksi sewa TKD. Melalui pesan WhatsApp, ia membenarkan keberadaan kwitansi transaksi sewa TKD, namun tetap memilih irit bicara. “Bener,” jawabnya singkat.
Situasi ini berpotensi menimbulkan dinamika baru terkait transparansi tata kelola aset desa. Oleh karena itu, pihak berwenang dan berwajib perlu memberikan perhatian serius guna memastikan tidak terjadi praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam pengelolaan keuangan desa.
- Advertisement -
®Hadiyanto

