CIAMIS, CHANEL7.ID – Kampung Angklung Desa Panyingkiran Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis merupakan kampung yang potensial untuk wisata dan mampu meningkatkan program pembangunan Kabupaten Ciamis kedepannya.
Hal itu disampaikan oleh Bapak Olahraga, Dr H Herdiat Sunarya yang diwakili oleh Dr H Tatang saat peresmian dan pengukuhan serta Launching Desa Wisata Kampung Angklung yang dinaungi Yayasan Kampung Angklung Mandiri (YKAM), Sabtu (24/08/2024).
Peresmian ditandai dengan dimainkannya Angklung oleh H. Tatang bersama dengan para pemain angklung dari Yayasan Kampung Angklung Mandiri.
Apresiasi dan rasa bangga disampaikan H. Tatang dengan adanya kampung angklung ada ciri yang lain dari kota Ciamis.
- Advertisement -
“Kita ada Kampung angklung, Kenapa tidak ada Kabupaten angklung, kalau kita mempunyai itu, begitu masuk wilayah Ciamis, semua akan tahu, Jadi kampung angklung Ciamis ini harus terdengar oleh oleh kabupaten kota lain bahkan ke luar negeri,” katanya
Dikatakan Tatang perlunya sentuhan dari pemerintah untuk memajukan kampung angklung agar menjadi suatu proyek bersama antara desa dan pemerintah agar berkembang menjadi kampung wisata yang bernilai.
“Mudah-mudahan Desa Panyingkiran disamping desa wisata juga bsa menjadi kampung angklung yang bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Asep Suhara Ketua Yayasan Kampung Angklung Mandiri mengatakan kampung angklung memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan dari berbagai aspek.
“Melalui kampung angklung kita bisa merekrut masyarakat yang selama ini masih menganggur,” katanya.
- Advertisement -
Asep menyampaikan, terdapat 87 pengrajin yang memproduksi angklung hingga saat ini.
“Terkait pemasaran batu dalam lingkup dunia pendidikan yang masih cukup lancar, tetapi untuk dunia wisata masih agak kurang, pengaruh Covid-19 kemarin masih terasa,” ujarnya.
Asep berharap, kampung angklung dapat dikembangkan lebih lanjut melalui adanya satu tempat yang representatif untuk dibangun sanggar.
- Advertisement -
“Rencana sanggar kampung angklung akan menampilkan keseniannya, memperlihatkan produksinya dan ada galeri untuk penjualan angklung,” ungkapnya.
Asep menjelaskan, bahwa pemasaran angklung di dunia wisata mencapai Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur bahkan luar pulau Jawa. Namun untuk luar negeri terdapat spek yang berbeda hingga dihentikan sementara.
Terkait bahan baku angklung, Asep menyampaikan masih dipasok daerah Ciamis kecuali bambu hitam.
“Angklung yang dari bambu biasa itu bambu kuning atau putih, sementara yang bambu hitam kami terpaksa mendatangkan dari Garut dan Tasikmalaya karena kualitasnya lebih baik,” pungkasnya.
®Nay

