Polrestabes Surabaya Amankan 2 Pengedar Narkotika Jaringan Jawa Bali

0
Screenshot_20240120_085446
Bagikan Berita

Surabaya, Chanel7.id/news – Polrestabes Surabaya melaksanakan kegiatan pers rilis di gedung Sat Gatra dipimpin oleh Kompol Fadila Fanara, terkait pengungkapan narkotika jaringan Jawa Bali, Jumat 19 januari 2024.

Pengungkapan kejadian pada 5 Januari 2024 dua laki-laki dengan inisial RM dan saudara em (45) dan RM (36) dari Denpasar Bali dan AM dari Surabaya bertempat di salah satu parkiran hotel di Kota Surabaya.

Barang bukti yang diamankan narkotika jenis sabu dengan jumlah 6 bungkus narkotika plastik teh Cina berwarna kuning dengan berat kurang lebih 6265 gram, kemudian 50 bungkus plastik jenis ekstasi dengan jumlah total 9940 butir, 10 bungkus plastik yang berisi serbuk yang diduga ekstasi dengan berat total kurang lebih 135 gram.

“Dari pengungkapan tersebut kita melakukan pengembangan terhadap tindak pidana ini. Kemudian kami mengamankan barang bukti lagi di TKP kedua lokasinya di Denpasar Bali, kami ke kos-kosan dari tersangka barang bukti dua bungkus plastik narkotika yang diduga krisis sabu dengan berat kurang lebih 83, 9 gram kemudian 2 bungkus plastik klip narkotika yang diduga ekstasi dengan jumlah 128 butir.

Kemudian 5 bungkus plastik klip yang diduga berisi serbuk ekstasi dengan berat 105, 1 gram berdasarkan keterangan dari saudara RM bahwa yang bersangkutan diperintahkan oleh saudara R yang saat ini masih kita lakukan pengembangan untuk mengambil barang narkotika jenis sabu dan ekstasi ini di wilayah Surabaya,” jelas kompol Fadila

“Kemudian ini merupakan kali kedua saudara RM untuk mengambil barang di Surabaya dari EM kegiatan yang dilakukan oleh saudara RM ini dia diberikan upah untuk yang pertama kali sebesar 40 juta Kemudian yang kedua dijanjikan rumah sebesar 120 juta tapi belum terbayarkan,” imbuhnya.

Selanjutnya dari barang bukti yang diamankan Jika dikonversikan dengan nilai ekonomis jumlah barang bukti tersebut berjumlah 9 miliar 645 juta sedangkan jika dikonversikan dalam jumlah jiwa itu menyelamatkan 72. 000 jiwa.

“Tersangka kita kenakan pasal 114 ayat 2 untuk Pasal 132 ayat 1 dan pasal 112 ayat 132 ayat 1 undang-undang 35 tahun 2009 tentang narkotika di mana sanksi hukumannya paling singkat adalah 6 tahun dan paling berat adalah hukuman seumur,” pungkas kompol Fadila Fanara.

 

 

 

®Met

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *