SUKOHARJO, CHANEL7.ID – Di tengah gejolak ekonomi yang masih dirasakan banyak lapisan masyarakat, inisiatif gotong royong tetap menjadi salah satu jalan paling nyata untuk meringankan beban warga yang rentan. Siang ini, Resolution Network 98, KON (Koalisi Ojol Nasional) bersama Hutama Karya (Persero), Danantara dan Pemerintah Desa Pabelan menggandeng SOS (Solidaritas Ojol Soloraya) menyelenggarakan kegiatan pembagian sembako khusus bagi para driver ojek online. Program ini bukan hanya sebuah aksi sosial sekali waktu, melainkan bagian dari rangkaian kegiatan rutin yang digagas untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam membantu warga terdampak kondisi ekonomi (22/11/2025).
Winggit Bagus Prabowo dari
Resolution Network 98, yang merupakan jaringan organisasi mantan aktivis 98, memposisikan diri sebagai penggerak inisiatif kemanusiaan yang berfokus pada respon cepat terhadap kebutuhan masyarakat. Program pembagian sembako menjadi wujud nyata dari komitmen organisasi tersebut untuk berkontribusi pada stabilitas sosial-ekonomi di level komunitas. Kegiatan ini dirancang untuk menyasar kelompok-kelompok yang paling rentan terhadap fluktuasi harga dan penurunan daya beli, salah satunya adalah para pengemudi ojek online yang pendapatannya sering kali tidak menentu dan sangat bergantung pada kondisi pasar serta kebijakan lokal.” ujarnya saat memberikan pernyataan pada pers.
Riyono perwakilan dari Hutama Karya (Persero) dalam sambutannya mengatakan, “Kolaborasi ini juga menunjukkan peran sinergi antara pelaku usaha negara dan komunitas sipil. Sebagai badan usaha milik negara yang memiliki kapasitas sumber daya, keterlibatan perusahaan ini tidak hanya memperkuat dukungan logistik tetapi juga memberi legitimasi dan daya dorong agar program seperti ini dapat berlangsung berkelanjutan. Sementara itu, Pemerintah Desa Pabelan ikut serta memberikan dukungan administratif dan fasilitasi lapangan sehingga penyaluran bantuan bisa berjalan tertib dan tepat sasaran, meski belum bisa mengakomodir keseluruhan ojol.” paparnya.
Koordinasi lokal menjadi kunci keberhasilan program. SOS sebagai organisasi yang akrab dengan kehidupan para driver ojol di Soloraya tampil sebagai jembatan antara penyelenggara dan kelompok sasaran. Koordinator SOS, Josafat Satrijawibawa, menyambut antusias program ini dan bertugas mengorganisir serta memverifikasi daftar driver yang berhak menerima paket sembako. Pendekatan SOS yang berbasis komunitas memudahkan komunikasi, memastikan bahwa bantuan diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan, dan meminimalkan tumpang tindih atau kesalahan distribusi.
- Advertisement -
Kepala Desa Pabelan Sri Handoko turut menyampaikan sambutan hangat atas program ini. Menurutnya, kegiatan semacam ini merupakan bentuk nyata dari rasa kemanusiaan yang mampu memberikan dampak langsung bagi keluarga penerima manfaat. Di wilayah seperti Sukoharjo dan sekitarnya, di mana banyak warga bergantung pada pekerjaan informal, bantuan sembako tidak sekadar memenuhi kebutuhan pokok sementara tetapi juga memberi nafas lega kepada rumah tangga yang sedang menghadapi tekanan ekonomi. Kehadiran program ini turut memperkuat jejaring sosial lokal yang penting dalam menghadapi krisis dan memulihkan stabilitas kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan pembagian sembako dilakukan dengan memperhatikan protokol distribusi yang rapi. Pendataan calon penerima dilakukan bersama antara panitia penyelenggara, perwakilan desa, dan tim SOS untuk memastikan akurasi. Paket sembako yang dibagikan umumnya berisi bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, mie instan, dan beberapa bahan pokok lainnya yang dapat mencukupi kebutuhan rumah tangga selama beberapa hari. Bagi banyak driver ojol, paket ini memberi bantalan finansial penting yang membantu mereka menyeimbangkan pengeluaran sehari-hari di tengah ketidakpastian pendapatan.
Lebih dari sekadar penyaluran sembako, kegiatan ini juga menjadi momen untuk memperkuat solidaritas antar komunitas. Para penerima manfaat merasa dihargai dan diakui peran sosialnya karena ojek online bukan hanya soal layanan transportasi, tetapi juga bagian dari penopang aktivitas ekonomi masyarakat luas. Interaksi langsung antara penyelenggara dan komunitas memberikan ruang bagi aspirasi dan masukan yang dapat digunakan untuk merancang program selanjutnya yang lebih responsif terhadap kebutuhan nyata di lapangan.
Mbah Yono salah seorang driver ojol sepuh, yang juga penerima manfaat program Warga peduli warga serta ojol ini, sempat menyatakan apresiasinya dan kedepan, dirinya berharap, “Penting agar kolaborasi semacam ini tidak berhenti pada kegiatan insidental. Upaya berkelanjutan meliputi penguatan kapasitas ekonomis para driver melalui pelatihan manajemen keuangan, akses ke program kredit mikro yang bertanggung jawab, serta pengembangan jaringan sosial yang bisa membantu mereka saat menghadapi kondisi darurat. Pemerintah desa, korporasi, dan organisasi masyarakat sipil perlu terus menjajaki kemitraan yang lebih luas sehingga intervensi tidak hanya bersifat jangka pendek tetapi juga membangun ketahanan ekonomi komunal.” ujarnya pada jurnalis chanel 7.id
Kegiatan pembagian sembako oleh Resolution Network 98, Hutama Karya (Persero), Pemdes Pabelan, dan SOS adalah contoh konkret bagaimana kolaborasi multisektoral dapat menghasilkan dampak positif bagi kelompok yang rentan. Inisiatif ini mengingatkan bahwa saat ekonomi bergejolak, langkah-langkah solidaritas lokal menjadi tak ternilai harganya. Ketika berbagai pihak duduk bersama, mensinergikan sumber daya dan keahlian, maka bantuan yang diberikan tidak hanya meringankan beban sesaat tetapi juga memperkuat benang-benang sosial yang menjaga komunitas tetap tangguh dan saling menyokong.
- Advertisement -
- Advertisement -
®Pitut Saputra

