Chanel 7Chanel 7
  • Beranda
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Edukasi
    • Politik
    • Agama
    • Hukum
    • Pemerintah
    • TNI
    • Opini
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Lifestyle
    • Entertaiment
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Wisata
    • Olahraga
  • Streaming Video
Cari...
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: Seni Bertahan Petani: Kisah Sanggar Rojolele dan Festival Mbok Sri Edisi Ke-8
Share
Notification Show More
Chanel 7Chanel 7
  • Beranda
  • Berita
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Lifestyle
  • Streaming Video
Cari...
  • Beranda
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Edukasi
    • Politik
    • Agama
    • Hukum
    • Pemerintah
    • TNI
    • Opini
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Lifestyle
    • Entertaiment
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Wisata
    • Olahraga
  • Streaming Video
Follow US
© PT Media Chanel Online
Chanel 7 > Daerah > Budaya > Seni Bertahan Petani: Kisah Sanggar Rojolele dan Festival Mbok Sri Edisi Ke-8
Budaya

Seni Bertahan Petani: Kisah Sanggar Rojolele dan Festival Mbok Sri Edisi Ke-8

Chanel7.id
Chanel7.id  - ©By.Redaksi Published September 6, 2025
Share
7 Min Read
Compress 20250906 181123 3104
Laporan Photo, Oleh, Pitut (Chanel7.id) Keterangan Foto: Dilokasi
SHARE
Bagikan Berita

KLATEN, CHANEL7.ID – Sanggar Rojolele lahir sebagai ruang inisiatif budaya dan sosial yang berakar di Desa Delanggu, Klaten. Di bawah payung Tani Berdikari, sanggar ini mengusung pendidikan agraria, penguatan komunitas, pengorganisasian petani, serta produksi seni dan budaya berbasis kehidupan desa. Sejak pendiriannya pada 2016, sanggar ini menjadi lokasi belajar dan berdiskusi yang memupuk kembali rasa bangga terhadap tradisi bertani yang nyaris terlupakan (06/09/2025).

Menurut Citra Megasari Narahubung festival melalui release yang dikeluarkan memaparkan Ide pendirian Sanggar Rojolele datang dari Eksan Hartanto, seorang aktivis budaya desa yang merasa kehilangan identitas agraris sebagai penopang kehidupan komunitas. Dalam dekade awal abad ini, banyak generasi muda desa yang enggan meneruskan tradisi sawah dan ladang. Eksan kemudian merancang wadah inklusif yang menyatukan elemen pendidikan, seni pertunjukan, dan aksi sosial-ekonomi untuk menghidupkan kembali semangat bertani.

Read More

Chanel7.id 19
Wayang Kontemporer Semarakkan Hari Jadi Klaten dan HUT Kemerdekaan RI
Keseruan Festival Memet Ikan Klaten 2026
Solo Batik Carnival 2026 Dalam Semangat PITOELAS
Merbabu Art Fest Meriahkan Hari Jadi Boyolali ke 179

Misi utama Sanggar Rojolele adalah mengembalikan martabat petani melalui pendekatan holistik. Lewat kurikulum pendidikan agraria, peserta didik belajar tentang ekologi lahan, teknik bercocok tanam ramah lingkungan, serta nilai-nilai gotong-royong dalam sistem tanam tradisional. Selain itu, sanggar menyelenggarakan lokakarya seni tradisi, seperti gamelan, tari tani, dan puisi rakyat, sebagai medium ekspresi dan refleksi terhadap isu pertanian kontemporer.

Lebih jauh juga dipaparkan bahwasanya Sanggar Rojolele menginisiasi program pelatihan kewirausahaan desa. Melalui koperasi tani, petani muda mendapatkan akses permodalan, pasar, dan pendampingan bisnis. Kampanye advokasi kebijakan lokal juga dijalankan secara berkelanjutan, menuntut alokasi anggaran publik yang berpihak pada infrastruktur pertanian skala rumahan. Tujuannya adalah menciptakan regenerasi petani muda yang mandiri dan berdaya saing.

- Advertisement -

Festival Mbok Sri muncul sebagai puncak kreasi Sanggar Rojolele sejak 2017. Awalnya bernama Festival Mbok Sri Mulih, perayaan ini menjadi kendaraan besar untuk mengangkat isu-isu pertanian Desa Delanggu ke panggung publik. Dalam format festival, ragam kegiatan edukasi, seni, dan diskusi terbuka terjadi dalam satu nafas kebersamaan. Festival ini menempatkan petani sebagai narator utama dalam merangkai narasi pertanian masa kini.

Seiring berjalannya waktu, penyebutan “Mulih” disematkan untuk menegaskan makna kembali ke akar agraris. Pada penyelenggaraan berikutnya, festival disingkat menjadi Festival Mbok Sri, namun esensinya tetap memanggil warisan lokal sebagai pijakan utama. Nama Mbok Sri sendiri merujuk pada simbol kesuburan dan berkah pertanian yang tak lekang dimakan zaman.

Tahun ini, Festival Mbok Sri memasuki edisi kedelapan dengan tema “Seni Bertahan Petani.” Tema ini menyatakan bahwa bertani hari ini bukan hanya profesi, melainkan karya seni bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi, minimnya dukungan kebijakan, dan ketiadaan infrastruktur memadai. Di tengah majunya industrialisasi dan arus urbanisasi, petani kerap terpinggirkan dalam agenda pembangunan nasional.

Festival #8 menegaskan eksistensi ruang alternatif yang menolak menyerah. Sejak 2017, festival ini bukan sekadar platform isu, melainkan metode pemberdayaan masyarakat lewat kerja kolektif yang menekankan keguyuban dan gotong-royong. Setiap tahap, mulai perancangan program hingga eksekusi, melibatkan seluruh unsur masyarakat desa sebagai mitra sejati dalam mencipta pengalaman festival.

Pada setiap edisinya, FMS menyediakan ruang partisipasi penuh bagi warga Delanggu. Mulai dari merancang instalasi seni dari bahan alam, dekorasi panggung yang mengangkat motif sawah, hingga pementasan tari tani yang merujuk pada musim tanam dan panen. Bahkan dapur umum menjadi pusat ritual bersama, di mana sajian pangan lokal menghidupkan kembali nilai keakraban dan solidaritas antar warga.

- Advertisement -

Upaya pelestarian ritual Wiwitan dijalankan melalui prosesi adat yang dipadu dengan seni kontemporer. Sanggar memperkenalkan sajian khas hasil pangan lokal, seperti uli ketan panggang, gegudangan, dan jamu herbal, untuk menguatkan rasa bangga terhadap kekayaan kuliner desa. Semua kegiatan ini dirancang untuk menegaskan bahwa pertanian bukan sekadar produksi pangan, melainkan kesadaran kolektif yang menyatukan kehidupan.

Kolaborasi menjadi kunci memperkaya konten festival tahun ini. Sanggar Rojolele menggandeng Rumah Dokumenter Klaten untuk program Residensi Srawung Sineas. Sineas asal Malang, Barikly Farah, diundang untuk merekam kegusaran para petani Delanggu dalam bentuk film dokumenter. Hasil karya Srawung Sineas akan ditayangkan dalam program Layar Tancap Warga bersama beberapa film pendek lain, mempertemukan opini publik dengan realitas petani di lapangan.

Dari narasi langsung petani hingga format pementasan artistik, Festival Mbok Sri #8 menghadirkan ruang dialog antargenerasi. Generasi muda diajak merangkul tradisi sambil merancang model pertanian berkelanjutan. Sementara petani senior mendapatkan ruang bercakap mengenai tantangan masa kini. Interaksi ini tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga memperkuat ikatan sosial sebagai landasan solidaritas agraris.

- Advertisement -

Selama delapan tahun, FMS konsisten meneguhkan peran desa sebagai aktor utama pembangunan. Festival ini telah menumbuhkan jaringan antarpelaku budaya, pemerhati agraria, aktivis, serta pemerintah lokal. Komitmen kolektif mereka menjadi modal sosial yang luar biasa untuk mewujudkan cita-cita pertanian bermartabat dan kemandirian desa.

Menutup pemaparan Citra menegaskan “Dengan semangat “Seni Bertahan Petani,” Festival Mbok Sri edisi ke-8 bukan sekadar ajang perayaan, melainkan seruan kolektif untuk terus berinovasi, berkarya, dan bertahan.” ujar Citra Ajakan ini terbuka untuk siapa saja yang peduli pada masa depan agraria Indonesia. Mari bergabung, bersua di sawah, dan merakit mimpi besar demi keberlanjutan budaya tani yang adil, berdaulat, dan bermartabat.

Memasuki hari kedua festival malam ini, pengunjung yang hadir akan diajak menyelami kekayaan budaya dan kreativitas lokal mulai dari Jagongan Tani “Membaca Masa Depan Padi Rojolele” hingga deretan workshop seru, Wayang Botol, Olahan Pangan Lokal, dan Pembuatan Karak, yang menggugah imajinasi. Saat senja mulai tiba nanti, panggung utama akan bergemuruh dengan penampilan Buteng & Jam Kosong Sound System, ditemani atraksi Live Melukis Arang dan Parade Layangan Bocah yang memikat segala usia. Menjelang malam, aroma lezat Sadono Set Rijsttafel oleh Aroma Rasa memanggil dalam Fun Dining Experience, sebelum keanggunan karawitan Ngesti Rahayu dan kekayaan genre musik dari Cuaca Hari Ini, Obat Bius, hingga OM Kacau Balau menutup rangkaian dengan ledakan energi dan nuansa yang tak terlupakan.
Jadi tunggu apalagi mari datang dan saksikan sendiri keseruannya.

 

 

®Pitut Saputra

About Author

Chanel7.id

Chanel7.id

See author's posts

TAGGED: Kisah Sanggar, Provinsi Jawa Tengah Indonesia
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp LinkedIn Copy Link
Reaksi Pemirsa
Love0
Sad0
Happy0
Surprise0
Sleepy0
Cry0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Compress 20250906 064002 2161 Ketua Kopdit Ikhlas Jaya Mandiri: Pendidikan Dasar Koperasi Kredit Adalah Kebutuhan Dasar
Next Article Compress 20250907 201959 9065 Fenomena Foto AI Miniatur Viral: Kreativitas Digital Tanpa Batas
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

- Advertisement -

Follow

3.45M Like
34.92M Follow
123.4k Follow
193.5k Subscribe

Latest News

Compress 20261004 102637 7133
Rapidin Simbolon Beri Tali Asih kepada 499 Pelajar Terdampak MBG di Karo
Berita Oktober 4, 2026
IMG 20261003 150433
Upaya Menghidupkan Kembali Dam Kali Pleret Sebagai Wahana Rekreasi Komunitas
Daerah Oktober 3, 2026
Compress 20261003 073246 6098
Koalisi Masyarakat Sipil Soroti Penunjukan Dedi Prasetyo sebagai Kepala BRAN
Berita Oktober 3, 2026
Compress 20261003 031338 8181
KSPPM Telusuri Banjir Bandang di Sitobu, Soroti Kondisi Perbukitan Kenegerian Ambarita
Daerah Oktober 3, 2026

Baca Juga

Chanel7.id 19
Budaya

Wayang Kontemporer Semarakkan Hari Jadi Klaten dan HUT Kemerdekaan RI

Agustus 20, 2026 108 Views
IMG 20260719 123610
Budaya

Keseruan Festival Memet Ikan Klaten 2026

Juli 19, 2026 104 Views
IMG 20260711 175454
Budaya

Solo Batik Carnival 2026 Dalam Semangat PITOELAS

Juli 11, 2026 118 Views
Chanel7.id 28
Budaya

Merbabu Art Fest Meriahkan Hari Jadi Boyolali ke 179

Juni 5, 2026 202 Views
Previous Next
Iklan
Iklan
Iklan

Media Chanel7.id & Chanel7.id/news, Diterbitkan Oleh PT Media Chanel Online, Adalah Portal Berita Nasional Dan Internasional, Bahkan Sampai ke Daerah, Yang Ada Diseluruh Indonesia.

Informasi Tentang Kami Silahkan Klik :

Email

Untuk Informasi Dan Layanan Lainnya Tentang Kami Klik Kontak Kami 

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum.
Koperasi Ikhlas Jaya Mandiri
Chanel 7Chanel 7
Follow US

©By. PT Media Chanel Online

  • Tentang Kami
  • ⚪Redaksi
  • Advertorial
  • Contact Us
  • Terms & Condition
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Forget Password

Register Lost your password?