REMBANG, CHANEL7.ID – Kabupaten Rembang mencatatkan diri sebagai pionir baru dalam pengembangan sorgum di Jawa Tengah, menjadi kabupaten ketiga di provinsi ini yang serius menanam komoditas pangan alternatif tersebut. Inisiatif ini diyakini akan memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus membuka jalan baru bagi kesejahteraan petani lokal.
Inisiatif ini dipelopori oleh DPC Gardu Prabowo Kabupaten Rembang yang melakukan pembinaan serta pendampingan langsung kepada para petani. Ketua DPC Gardu Prabowo Rembang, Hadi Purnomo, menjelaskan bahwa penanaman sorgum bukan hanya langkah strategis dalam penyediaan pangan, tetapi juga membuka pasar yang lebih luas untuk hasil pertanian lokal.
“Sorgum akan menjadi komoditas yang mampu menjaga cadangan pangan sekaligus meningkatkan nilai jual bagi petani. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan yang berkelanjutan,”tegas Hadi saat ditemui di sela kegiatan pendampingan, Sabtu (9/8/2025).
Dukungan juga datang dari Ketua DPD Gardu Prabowo Jawa Tengah, Zulfan Hasibuan. Menurutnya, program ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. Dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat hingga tingkat desa, ia optimistis penanaman sorgum akan menjadi gerakan bersama yang berdampak luas.
- Advertisement -
“Kami ingin program ini berjalan konsisten. Sorgum memiliki nilai ekonomis tinggi karena sifatnya multiguna—bisa untuk bahan makanan, pakan ternak, bahkan bahan baku industri. Semua ini ujungnya untuk mendongkrak pendapatan petani,” kata Zulfan.
Tidak hanya itu, Ketua HKTI Rembang, Asrori, melihat sorgum sebagai alternatif strategis pengganti beras di masa depan. Pilot project penanaman sorgum sudah dimulai di Desa Karas Kepoh, Kecamatan Rembang, sebagai langkah awal pengenalan kepada para petani.
“Selain menjadi sumber karbohidrat yang menyehatkan, sorgum juga bisa diolah menjadi etanol. Potensinya luar biasa, dan kami berharap petani lain di Rembang maupun daerah lain mulai ikut mengembangkan,” jelas Asrori.
Sorgum sendiri dikenal sebagai tanaman tangguh yang tahan terhadap kondisi kering, sehingga cocok dikembangkan di wilayah dengan curah hujan rendah. Dengan masa tanam relatif singkat dan perawatan yang mudah, sorgum dapat menjadi komoditas andalan baru di tengah tantangan perubahan iklim.
Jika program ini berhasil, Rembang bukan hanya menjadi pelopor sorgum di Jawa Tengah, tetapi juga model nasional bagi daerah lain dalam mengelola ketahanan pangan berbasis komoditas lokal. Bagi para petani, ini adalah peluang untuk lepas dari ketergantungan pada satu jenis tanaman pangan dan memiliki sumber penghasilan yang lebih beragam.
Dengan dukungan penuh dari organisasi tani, pemerintah daerah, hingga struktur desa, sorgum diharapkan menjadi “emas hijau” baru bagi Rembang mengantarkan petani pada masa depan yang lebih mandiri, tangguh, dan sejahtera.
- Advertisement -
®Aziz

