SURAKARTA, CHANEL7.ID – Graha Wisata Niaga, Surakarta, sejak pagi hari tanggal 19 Juli 2025. Pintu gerbang utamanya disambut deretan anggrek raksasa, Cattleya, Phalaenopsis, dan Vanda, berwarna lembayung, putih salju, serta semburat kuning cerah. Desain panggung utama dihiasi karangan anggrek melengkung seperti gerbang alam yang mengundang tiap pengunjung untuk menapaki lorong-lorong bunga nan memikat. Aroma tanah lembab berpadu dengan sentuhan wangi halus mahkota anggrek, membangkitkan kesan mistis sekaligus menyegarkan, seakan mengajak siapa saja untuk terbenam dalam dunia flora Edelweiss tropis nan eksotis (19/07/2025).
Solo Anggrek Festival 2025 bukan sekadar pameran tanaman hias semata. Sejak pertama kali digelar lima tahun lalu, acara ini tumbuh menjadi arena berkumpulnya kolektor, peneliti, hingga petani anggrek yang ingin memamerkan temuan hibrida baru. Walaupun punggungnya berada di tengah-tengah kota, festival ini sesungguhnya merangkul semangat pedesaan Indonesia, kearifan lokal, kemandirian ekonomi, dan gotong royong. Lewat dialog terbuka antara praktisi agronomi dan pecinta bunga, lahirlah terobosan teknik kultur jaringan yang lebih cepat berbuah kuncup, hingga medium tanam ramah lingkungan berbahan kulit buah mangga bekas olahan UMKM.
Koleksi varietas anggrek Nusantara tampil spektakuler. Di satu sudut, Orkid Dendrobium Dendrobatidis berwarna ungu gelap memancarkan kilau intens bak tinta nila, sementara Cattleya trianae putih dengan tubuh mungil nan elegan seolah melayang di udara. Varietas langka seperti Paphiopedilum rothschildianum, dikenal sebagai “Ratu Anggrek”, mewarnai pameran dengan kharismanya yang mewah. Setiap pot diatur dalam susunan artistik, di atas meja berbalut kain batik khas Jawa Tengah, lengkap dengan lampu sorot berpendar lembut untuk menonjolkan detail veining (urat bunga) yang halus. Pengunjung bisa menelusuri setiap varietas sambil memindai QR code, mempelajari asal usul, cara budidaya, dan kisah mitos rakyat di balik nama-namanya.
Didukung puluhan narasumber ahli, rangkaian seminar dan workshop menawarkan edukasi komprehensif. Materi mencakup teknik merunduk (marconi), kultur jaringan, hingga pengendalian hama secara organik. Sesi pelatihan budidaya anggrek menghadirkan demonstrasi langsung, mulai menyiapkan media tanam dari sabut kelapa, menanam stek ke polybag, hingga merawat kuncup bunga agar tahan lama. Workshop bertajuk “Anggrek untuk Pemula” juga digelar diperuntukkan bagi generasi muda yang tertarik bersentuhan dengan pertanian kota (urban farming). Di panggung talk show, petani anggrek senior berbagi pengalaman membangun kebun skala rumahan yang menghasilkan pendapatan tambahan hingga jutaan rupiah per bulan.
- Advertisement -
Nuansa interaktif makin hidup lewat spot foto tematik. Kabinet-kabinet bertema hutan tropis, dekorasi anggrek, dan taman Zen dipenuhi replika bunga anggrek raksasa. Latar belakang aneka tanaman anggrek menambah keintiman saat berfoto.
Satu zona khusus menghadirkan tunas anggrek dalam tabung kultur jaringan, seolah sedang menyimpan janin tanaman mungil menanti kesempatan tumbuh. Tim pemandu berseragam siap membantu, memastikan sudut-sudut pencahayaan sempurna untuk feed media sosial.
Tak kalah meriah, gelaran UMKM menampilkan produk kreatif masyarakat Surakarta dan sekitarnya. Stand kuliner menawarkan aneka minuman tradisional hingga kopi tubruk.Tak ketinggalan, area edukatif juga dipenuhi tawa ceria anak-anak yang mengikuti lomba mewarnai bertema anggrek. Meja-meja panjang ditata rapi dengan kertas putih besar dan aneka alat mewarnai berwarna-warni, sementara dewan juri menilai kreativitas dan ketepatan detail tema gambar anggrek yang digambar.
Di sudut lain, pengunjung diajak berkreasi membuat reel Instagram dan video TikTok seputar proses berkebun dan keindahan anggrek, lengkap dengan tantangan hashtag #SoloAnggrekFest2025. Nuansa festival semakin hidup dengan lomba hiasan sayur, di mana wortel, timun, dan lobak diukir dan ditata bersama bunga anggrek diatas meja sehingga memunculkan paduan estetika alam dan kuliner yang unik.
Kemeriahan lomba dan konten digital ini juga menambah semarak, mengundang semua kalangan untuk merayakan keindahan anggrek lewat seni visual, media sosial, dan kreasi pangan.
Kerajinan tangan memamerkan vas kaca berornamen, keramik lukis motif bunga, hingga purwarupa parfum edisi terbatas dengan aroma andalan. Sebagai wadah pemberdayaan ekonomi, UMKM mendapat dukungan ruang diskusi untuk mengembangkan branding produk berbasis flora, memperluas pasar digital, dan membangun kemitraan ekspor komoditas lokal.
- Advertisement -
Dalam corak kebudayaan, Solo Anggrek Festival memadukan seni tradisi dengan inovasi. Iringan musik menemani acara pembukaan. Festival ini juga jadi ajang adu kreativitas penggemar anggrek. mempertemukan para hibridator dalam menampilkan anggrek ciptaan baru, yang menampilkan keunikan warna, ketahanan bunga, serta nilai ekonomis. Sementara sesi speed dating tanaman mengajak peserta menukar bibit anggrek, memupuk solidaritas komunitas dan memperluas jaringan.
Bagi pengunjung yang ingin menikmati festival ini, kegiatan berlangsung dari 19 hingga 27 Juli 2025. Datanglah pagi hari untuk mengikuti workshop pada jam pertama dan merasakan suasana tenang sebelum keramaian puncak. Jangan lupa bawa kantong kain atau box khusus anggrek jika berencana membawa pulang bibit atau bunga potong. Akses parkir tersedia di area Graha Wisata Niaga, pendaftaran workshop bisa diakses di situs resmi Solo Anggrek Festival atau media sosial
Solopreneurs, pecinta flora, hingga keluarga bisa merasakan pengalaman unik memeluk keindahan ragam anggrek Nusantara. Dari titik pertama menjejak area pameran hingga detik terakhir penutupan pada 27 Juli, setiap momen sarat inspirasi, ilmu baru, dan kesempatan mempererat ikatan komunitas. Solo Anggrek Festival 2025 bukan hanya soal bunga, melainkan perayaan keragaman, kreativitas, dan kolaborasi tanpa batas, menyatukan hati dalam harmoni warna yang memukau. Jangan lewatkan, dan biarkan pesona anggrek menumbuhkan semangat baru dalam jiwa Anda.
- Advertisement -
®Pitut Saputra

